6Pertanyaan yang Ditanya Malaikat Munkar dan Nakir di Alam Kubur. All about hijab. Kuburan. Foto: Helmi/kumparan. Ketika orang meninggal dunia, ia akan berada di alam yang menjadi penghubung antara dunia dan akhirat, yakni alam barzakh. Pada saat inilah, manusia tersebut akan mulai mempertanggungjawabkan perbuatannya saat hidup di dunia.
Ada beberapa hikmah yang dapat diambil setelah mengenal alam barzah atau alam kubur. Apabila kita masih diberi anugerah oleh Allah Swt berupa umur hingga detik ini, kesehatan dan kesempatan untuk berbuat kebaikan. Maka kita harus dapat merenungkan dan mencoba mempersiapkan apa yang dapat menyelamatkan dari siksa kubur, serta menghindari perbuatan yang mendatangkan azab kubur. Beberapa hikmah yang dapat diambil dari alam kubur sebagai berikut 1. Kubur tempat yang sempit perluaslah dengan silaturrahim; 2. Kubur tempat yang gelap, terangilah dengan shalat tahajud; 3. Kubur tempat yang sepi, ramaikanlah dengan membaca ayat-ayat al-Qur’an; Ayo berdiskusi! 4. Kubur tempat binatang menjijikkan, racunilah dengan amal shaleh; 5. Kubur tempat malaikat Munkar dan Nakir bertanya, persiapkanlah jawaban dengan mengucap, La ilaha illallah.” 6. Dunia masa menanam, akhirat masa memanen. 7. Kehidupan dunia sementara, kehidupan sebenarnya di akhirat kelak. Dari uraian di atas harus bisa kita ambil manfaat untuk menjalani kehidupan ini dengan menjadi pribadi yang lebih baik di mana saja, kapan saja, bersama siapa saja, atau bahkan dalam keadaan sendirian, harus selalu ingat bahwa Allah Swt bersama kita, melihat kita, merekam dan mencatat semua amal kita untuk diberi balasan yang setimpal. Takutlah hanya kepada Allah Swt di mana kau berada dan ikuti perbuatan buruk dengan perbuatan baik niscaya akan dapat menghapus dosa dari perbuatan buruk kita. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan tepat! 1. Apa pengertian alam barzah? 2. Mengapa alam barzah disebut penghalang? 3. Mengapa seseorang mendapat siksa kubur? 4. Amalan apakah yang dapat memperoleh kenikmatan kubur? 5. Apa keuntungan mengenal alam barzah? Ayo berlatih! Alhamdulillah, sekarang kita masih dikaruniai oleh Allah Swt bisa belajar sampai detik ini. Coba renungkan! 1. Apa yang telah kalian pelajari hari ini? 2. Apa manfaat pelajaran hari ini bagi perilaku kalian? 3. Apa tekad kalian setelah memahami uraian materi hari ini? . Kisah Hikmah Sahabat Nabi Muhammad Saw Sya’ban yang Menyesal Saat Sakaratul Maut Sya’ban ra seorang sahabat Rasulullah Saw, yang selalu datang ke masjid sebelum waktu shalat berjamaah. Posisi pojok masjid yang paling ia sukai untuk shalat berjama’ah atau i’tikaf. Dengan alasan, supaya ia tidak mengganggu atau menghalangi para sahabat lain yang ingin melakukan ibadah di masjid. Rasulullah Saw juga orang lain memahami kebiasaan yang dilakukan oleh sahabat Sya’ban ra. Pada suatu pagi, saat shalat Subuh berjamaah akan dimulai, Rasulullah SAW merasa heran karena tidak mendapati Sya’ban ra pada posisi seperti biasanya. Rasul pun bertanya kepada jamaah yang hadir, apakah ada yang melihat Sya’ban? Tapi, tidak ada seorang pun yang melihat Sya’ban ra. Hikmah Ayo, renungkan! Shalat Subuh pun sengaja ditunda sejenak, untuk menunggu kehadiran Sya’ban. Namun yang ditunggu belum datang juga. Karena khawatir shalat Subuh kesiangan, Rasulullah pun memutuskan untuk segera melaksanakan shalat Subuh berjamaah. Hingga shalat Subuh selesai pun Sya’ban belum datang juga. Selesai shalat Subuh Rasul pun bertanya lagi “Apakah ada yang mengetahui kabar Sya’ban?” Namun tidak ada seorang pun yang menjawab. Rasul pun bertanya lagi “Apa ada yang mengetahui di mana rumah Sya’ban?” Seorang sahabat mengangkat tangan dan mengatakan bahwa dia tahu persis di mana rumah Sya’ban. Rasulullah sangat khawatir terjadi sesuatu terhadap sahabatnya tersebut, meminta diantarkan ke rumah Sya’ban. Perjalanan dari masjid ke rumah Sya’ban cukup jauh dan memakan waktu lama terlebih mereka menempuh dengan berjalan kaki. Akhirnya, Rasulullah dan para sahabat sampai di rumah Sya’ban pada waktu shalat dhuha kira-kira 3 jam perjalanan. Sampai di depan rumah Sya’ban, beliau mengucapkan salam dan keluarlah wanita sambil membalas salam. “Benarkah ini rumah Sya’ban?” Tanya Rasulullah. “Ya benar, ini rumah Sya’ban. Saya istrinya.” jawab wanita tersebut. “Bolekah kami menemui Sya’ban ra, yang tidak hadir shalat Subuh di masjid pagi ini?” ucap Rasul. Dengan berlinangan air mata, istri Sya’ban ra menjawab “Beliau telah meninggal tadi pagi”. “Innalilahi Wainnailaihiroji’un” jawab semuanya. Satu-satunya penyebab Sya’ban tidak hadir shalat Subuh di masjid adalah karena ajal menjemputnya. Beberapa saat kemudian, istri Sya’ban ra bertanya “Ya Rasulullah ada sesuatu yang jadi tanda tanya bagi kami semua, yaitu menjelang kematiannya dia berteriak tiga kali dengan masing-masing teriakan disertai satu kalimat. Kami semua tidak paham apa maksudnya” “Apa saja kalimat yang diucapkannya?” tanya Rasulullah. “Di masing-masing teriakannya, dia berucap kalimat Aduh, kenapa tidak UJI PUBLIK Rasulullah Saw pun melantunkan ayat yang terdapat surah Qaaf ayat 22 “Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari hal ini, maka Kami singkapkan dari padamu hijab yang menutupi matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam” “Saat Sya’ban ra dalam keadaan sakaratul maut, perjalanan hidupnya ditayangkan ulang oleh Allah Swt. Bukan hanya itu, semua ganjaran dari perbuatannya diperlihatkan oleh Allah Swt. Apa yang dilihat oleh Sya’ban ra dan orang yang sakaratul maut tidak bisa disaksikan yang lain. Dalam padangannya yang tajam itu Sya’ban ra melihat suatu adegan dimana kesehariannya dia pergi pulang ke masjid untuk shalat berjamah lima waktu. Perjalanan sekitar tiga jam jalan kaki, tentu itu bukan jarak yang dekat. Dalam tayangan itu pula Sya’ban ra diperlihatkan pahala yang diperolehnya dari langkah-langkahnya ke masjid,” ujar Rasulullah Saw. Dia melihat seperti apa bentuk surga yang dijanjikan sebagai ganjarannya. Saat dia melihat dia berucap “Aduh mengapa tidak lebih jauh” timbul penyesalan dalam diri Sya’ban ra, mengapa rumahnya tidak lebih jauh lagi supaya pahala yang didapatkan lebih indah. Dalam penggalan kalimat berikutnya Sya’ban ra melihat saat ia akan berangkat sholat berjamaah di musim dingin. Saat ia membuka pintu, berhembuslah angin dingin yang menusuk tulang. Dia masuk ke dalam rumahnya dan mengambil satu baju lagi untuk dipakainya. Dia memakai dua baju, Sya’ban memakai pakaian yang bagus baru di dalam dan yang jelek butut di luar. Dia berpikir jika kena debu tentu yang kena hanyalah baju yang luar dan sampai di masjid dia bisa membuka baju luar dan shalat dengan baju yang lebih bagus. Ketika dalam perjalanan menuju masjid dia menemukan seseorang yang terbaring yang kedinginan dalam kondisi mengenaskan. Sya’ban pun iba dan segera membukakan baju yang paling luar lalu dipakaikan kepada orang tersebut kemudian dia memapahnya ke masjid agar dapat melakukan shalat Subuh bersama-sama. Orang itupun selamat dari mati kedinginan dan bahkan sempat melakukan shalat berjamaah. Sya’ban ra pun kemudian melihat indahnya surga yang sebagai balasan memakaikan baju bututnya kepada orang tersebut. Kemudian dia berteriak lagi “Aduh!! Kenapa tidak yang baru” timbul lagi penyesalan dibenak Sya’ban ra. Jika dengan baju butut saja bisa mengantarkannya mendapat pahala besar, sudah tentu dia akan mendapatkan yang lebih besar jika dia memberikan pakaian yang baru. Berikutnya, Sya’ban ra melihat lagi suatu adegan. Saat dia hendak sarapan dengan roti yang dimakan dengan cara mencelupkan dulu ke dalam segelas susu. Bagi yang pernah ke Tanah Suci tentu mengetahui ukuran roti Arab sekitar tiga kali ukuran rata-rata roti Indonesia. ketika baru saja ingin memulai sarapan, muncullah pengemis di depan pintu yang meminta sedikit roti karena sudah tiga hari perutnya tidak diisi makanan. Melihat hal itu, Sya’ban ra merasa iba. Ia kemudian membagi dua roti tersebut dengan ukuran sama besar dan membagi dua susu ke dalam gelas dengan ukuran yang sama rata, kemudan mereka makan bersama-sama. Allah Swt kemudian memperlihatkan Sya’ban ra dengan surga yang indah Ketika melihat itupun Sya’ban ra teriak lagi “ Aduh kenapa tidak semua!!” Sya’ban ra kembali menyesal. Seandainya dia memberikan semua roti itu kepada pengemis tersebut, pasti dia akan mendapat surga yang lebih indah. Masya Allah, Sya’ban bukan menyesali perbuatannya melainkan menyesali mengapa tidak optimal. Sesungguhnya pada suatu saat nanti, kita semua akan mati, akan menyesal dan tentu dengan kadar yang berbeda. Bahkan ada yang meminta untuk ditunda matinya, karena pada saat itu barulah terlihat dengan jelas akibat dari semua perbuatannya di dunia. Mereka meminta untuk ditunda sesaat karena ingin bersedekah. Namun kematian akan datang pada waktunya, tidak dapat dimajukan dan tidak dapat diakhirkan. Pernahkah kalian melihat proses pemakaman jenazah? Nah, silahkan tuliskan pengalamanmu tentang tata cara pemakaman jenazah! Silahkan wawancara kepada orang tuamu atau siapapun yang bisa kalian minta penjelasan! Ayo, kembangkan wawasanmu! 1. Setiap yang bernyawa pasti akan mati. 2. Ada dua cara orang meninggal dunia yaitu khusnul khotimah dan su’ul khotimah. 3. Barzah secara bahasa berarti penghalang atau pemisah antara dua hal. Secara istilah barzah adalah jarak pemisah antara akhir kehidupan duniawi kematian dan memulai kehidupan ukhrawi akhirat . 4. Penghuni alam kubur akan mendapat kenikmatan dan juga siksa kubur sesuai dengan amal perbuatannya di dunia. 5. Di antara perbuatan manusia yang menyebabkannya mendapat siksa kubur adalah tidak bersuci setelah buang air kecil, mengadu domba dengan kebohongan, berbuat ghulul mengambil harta yang bukan haknya, membaca al-Qur’an tetapi tidak mengamalkan isinya, berbuat zina, memakan harta hasil riba, suka berhutang tetapi tidak menyelesaikan kewajibannya. 6. Empat amalan yang dapat menerangi alam kubur kita dan terhindar dari siksa kubur yaitu menjaga shalat lima waktu, memperbanyak sedekah, banyak membaca al-Qur’an, dan memperbanyak bertasbih. 8. Hikmah mengenal alam barzah adalah kubur tempat yang sempit perluaslah dengan silaturrahim, kubur tempat yang gelap, terangilah dengan shalat tahajud, kubur tempat yang sepi, ramaikanlah dengan membaca ayat-ayat al-Qur’an, kubur tempat binatang menjijikkan, racunilah dengan amal shaleh, kubur tempat malaikat Munkar dan Nakir bertanya, persiapkanlah jawaban dengan dengan mengucap, La ilaha illallah.”, dunia masa menanam, akhirat masa memanen, kehidupan dunia sementara, kehidupan sebenarnya di akhirat kelak. Jawablah dengan cara memberi tanda silang X pada jawaban “ya” atau”tidak” dari pernyataan yang sesuai keadaan anda! Rangkuman Ayo menilai diri sendiri! No Pernyataan Jawaban Ya Tidak 1 Mengawali kegiatan dengan mengucap bismillah 2 Mengakhiri kegiatan dengan mengucap alhamdulillah 3 Memanfaatkan waktu untuk belajar 4 Setiap kegiatan berniat karena Allah Swt 5 Suka bersedekah Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan tepat! 1. Apa makna iman kepada alam barzah? 2. Mengapa manusia harus mengalami alam barzah? 3. Apa manfaat kematian bagi manusia? 4. Apa amalan dari keluarga yang masih hidup yang memberatkan bagi si mayit? 5. Kapan alam barzah berakhir? Unjuk Kerja Alhamdulillah, kalian telah mengimani adanya alam barzah. Selanjutnya lakukan sesuai pertanyaan berikut! 1. Mimpi seseorang tergantung apa yang dipikirkan atau dilakukan sebelum tidur. Kematian seseorang tergantung apa yang diperbuat ketika hidup. Apa Ayo lakukan!
ZiarahKubur bisa menjadi Solusi Untuk Mendekatkan diri (taqorub) Kepada Alloh SWT di Tempat Orang Orang Shaleh, karena Sesungguhnya mencari ketenangan dan kedamaian dalam taqorub itu yang lebih utama, selain untuk mentafakuri betapa Orang yg kita Ziarahi itu sangat memerlukan Do'a Do'a kita dan kita akan seperti Mereka (Meninggal) yang lebih utama lagi
* Ilustrasi siksa kubur. Foto Ist Di antara tanda-tanda kekuasaan Allah yang wajib kita imani yaitu adanya alam kubur atau alam barzah. Alam kubur merupakan tempat pertama bagi manusia yang telah meninggal dunia sebelum menuju akhirat. Di alam kubur inilah manusia akan mulai mendapatkan balasan dari apa yang ia kerjakan selama hidup di dunia. Ada manusia yang mendapatkan nikmat di alam kuburnya dan ada pula yang mendapatkan siksa sebagai balasan atas apa yang ia kerjakan. Di alam kubur tidak ada satupun orang yang menemani kita sekalipun kita memiliki ribuan teman di dunia, harta yang melimpah, jabatan yang tinggi, namun semua itu tidaklah berarti saat sudah berada di alam kubur. Tidak ada yang bisa menjadi penyelamat selain amal ibadah selama hidup. Abu Laist As-Samarqandi mengatakan dalam Tanbihul Ghafilin, barangsiapa yang ingin selamat dari azab kubur hendaknya ia melakukan empat hal ini karena itulah yang akan menjadi penerang di alam kubur. Melansir dari PORTAL JEMBER dari kanal Youtube Nasihat Muslim dengan sedikit oeeubahan, setidaknya ada empat amalan yang bisa menyelamatkan dari siksa kubur yaitu one. Menjaga Sholat Lima Waktu Sholat adalah amalan yang secara khusus langsung diperintahkan oleh Allah kepada Rasulullah SAW tanpa perantara malaikat Jibril. Sholat adalah amal pertama yang akan diperhitungkan pada hari kiamat. Dalam sebuah hadist dikatakan, Rasulullah SAW bersabda, Sesungguhnya amal yang pertama dihisab pada seorang hamba adalah sholatnya. Apabila sholatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Namun,apabila sholatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika ada kekurangan dari sholat wajibnya, Allah SWT telah berfirman, “Lihatlah wahai para malaikat apakah hamba-Ku memiliki sholat sunnah. Maka disempurnakanlah apa yang kurang dar sholat wajibnya, kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya.” HR. Tirmizi Orang yang meninggalkan sholat dan menganggap sholat bukanlah kewajiban maka ia telah kafir. Karena sholat adalah pembatas antara iman dan kekafiran. ii. Sedekah Sedekah tidak selalu dalam bentuk materi, sedekah bisa dalam bentuk apapun seperti menolong, mengajarkan ilmu agama, menyingkirkan batu atau ranting pohon yang ada di jalan, itu juga sedekah. Apabila sedekah yang manfaatnya masih mengalir bagi orang lain sekalipun ia telah meninggal, maka akan menjadi amal jariyah dan penerang alam kubur baginya. Rasulullah SAW bersabda, “Jika anak cucu adam meninggal dunia maka terputuslah semua amal perbuatannya kecuali tiga hal, sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh yang mendoakan orang tuanya.” Hour. Muslim 3. Membaca Al-Qur’an Perbanyaklah membaca Al-Qur’an sebab Al-Qur’an akan menjadi penolong di hari kiamat sekaligus menjadi penghalang dari api neraka. Al-Qur’an akan datang sebagai penerang di alam kubur sekaligus menjadi penghalang dari api neraka. Rasulullah SAW bersabda, “Bacalah Al-Qur’an karena sesungguhnya di hari kiamat nanti Al-Qur’an akan menjadi syafaat kepada orang-orang yang membacanya.” Hr. Muslim Membaca surat Al-Mulk setiap malam dengan mengambil pelajaran serta mengamalkan hukum yang ada di dalamnya maka dapat menjadi penghalang dari siksa kubur. Dari Abdullah bin Mas’ud ia berkata, “Barangsiapa membaca surat Al-Mulk setiap malam maka Allah akan menghalanginya dari siksa kubur.” 4. Banyak Membaca Tasbih Rasulullah mengatakan bahwa tasbih dapat meringankan panasnya siksa kubur. Selain itu, tasbih bisa membuat timbangan amal di hari kiamat menjadi berat. Rasulullah SAW bersabda, “Dua kalimat yang dicintai oleh Ar-Rahman, ringan diucapkan di lisan namun berat dalam timbangan amalan yaitu Subhanallahi wa bihamdih subhanallahil azhim.” Hr. Bukhari dan Muslim Semoga jita semya bisa selamat dari diksa kubur sehingga dimudahkan dapat berkumpul bersama keluarga di Jannah. Aamiin. Ruby
Maksudnyaialah seseorang dengan ibadahnya takkan dapat memperoleh pahala sebesar pahala zuhud, di selain ibadah fardhu tentunya. Sungguh, surga adalah suatu kenikmatan hakiki yang tak dapat disifatkan. Rasulullah SAW menggambarkan surga sebagai kenikmatan yang tak pernah di pandang oleh mata, didengar oleh telinga, dan bahkan tak
Alam kubur adalah perjalanan awal menuju akhirat. Setiap muslim yang beriman kepada hari akhir diwajibkan untuk menyiapkan diri sebelum ajal menjemput. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam SAW telah memberitahu bahwa siksa kubur itu hak benar. Maka seorang muslim harus berlindung kepada Allah Ta'ala dari siksa kubur, dan bersiap menghadapi kubur dengan amal saleh. Seperti apa keadaan di alam kubur dan apa saja amalan yang bisa meyelamatkan seseorang dari siksa kubur? Berikut ulasan singkat Ulama Besar Fiqih, Abu Laits As-Samarqandi dalam Kitab Tanbihul Ghafilin peringatan bagi orang yang lalai.Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Albaraa' bin Aazib RA berkata "Kami bersama Rasulullah SAW keluar mengantar jenazah seorang sahabat Anshar, maka ketika sampai ke kubur dan belum dimasukkan ke lahat, Rasulullah duduk dan kami duduk di sekitarnya diam menundukkan kepala bagaikan ada burung di atas kepala kami, sedang Nabi SAW mengorek-ngorek dengan dahan yang ada di tangannya, kemudian Beliau mengangkat kepala sambil bersabda "Berlindunglah kamu kepada Allah dari siksaan kubur." Nabi SAW mengulanginya sebanyak 3 Rasulullah bersabda "Sesungguhnya seorang mukmin jika akan meninggal dunia dan menghadapi akhirat akan mati, turun padanya Malaikat yang wajahnya putih bagaikan matahari, membawa kafan dari syurga, maka duduk di depannya sejauh pandangan mata mengelilinginya. Kemudian datang Malaikat maut dan duduk di dekat kepalanya dan memanggil "Wahai roh yang tenang baik, keluarlah menuju pengampunan Allah dan ridhaNya." Rasulullah bersabda lagi "Maka keluarlah rohnya mengalir bagaikan titisan dari mulut kendi tempat air, maka langsung diterima dan langsung dimasukkan dalam kafan dan dibawa keluar semerbak harum bagaikan kasturi yang terharum di muka bumi, lalu dibawa naik, maka tidak melalui rombongan malaikat melainkan ditanya "Roh siapakah yang harum ini?" Dijawab "Roh fulan bin fulan sehingga sampai ke langit, dan disana dibukakan pintu langit dan disambut oleh penduduknya dan pada tiap-tiap langit diantar oleh Malaikat Muqarrbun, dibawa naik ke langit yang atas hingga sampai ke langit ketujuh, maka Allah berfirman "Catatlah suratnya di 'illiyyin. Kemudian dikembalikan ia ke bumi, sebab daripadanya Kami jadikan, dan di dalamnya Aku kembalikan dan daripadanya pula akan Aku keluarkan pada saatnya." Maka kembalilah roh ke jasad dalam datang kepadanya dua Malaikat untuk bertanya "Siapa Tuhanmu?" Maka dijawab Allah Tuhanku. Lalu ditanya "Apakah agamamu?" Maka dijawab "Agamaku Islam" Ditanya lagi "Bagaimana pendapatmu terhadap orang yang diutus di tengah-tengah kamu?" Dijawab "Dia utusan Allah". Lalu ditanya "Bagaimanakah kamu mengetahui itu?" Maka dijawab "Saya membaca kitab Allah lalu percaya dan membenarkannya".Maka terdengar suara "Benar hambaku, maka berikan padanya hamparan dari surga serta pakaian surga dan bukakan untuknya pintu menuju ke surga, supaya ia mendapat bau surga dan hawa surga, lalu luaskan kuburannya sepanjang pandangan mata." Kemudian datang padanya seorang yang bagus wajahnya dan harum baunya sambil berkata "Terimalah kabar gembira, ini saat yang telah dijanjikan Allah kepadamu." Lalu bertanya "Siapakah kau?" Jawabnya "Saya amalmu yang baik.” Lalu ia berkata "Ya Tuhan, segerakan hari kiamat supaya segera saya bertemu dengan keluargaku dan kawan-kawanku."Kemudian Rasulullah SAW bersabda "Adapun hamba yang kafir, jika akan meninggal dunia dan menghadapi akihirat, maka turun kepadanya Malaikat dari langit yang hitam mukanya dengan pakaian hitam, lalu duduk di mukanya sepanjang pandangan mata, kemudian datang Malaikulmaut dan duduk disamping kepalanya lalu berkata "Hai roh yang jahat, keluarlah menuju murka Allah." Maka tersebar di semua anggota badannya, maka dicabut rohnya bagaikan mencabut besi dari bulu yang basah, maka terputus semua urat dan ototnya, lalu diterima akan dimasukkan dalam kain hitam dan dibawa dengan bau yang sangat busuk bagaikan bangkai, dan dibawa naik, maka tidak melalui malaikat melainkan ditanya "Roh siapakah yang jahat dan busuk itu?" Dijawab "Roh fulan bin fulan." dengan sebutan yang amat jelek sehingga sampai di langit dunia, maka minta dibuka, tetapi tidak dibuka untuknya. Kemudian Nabi Muhammad SAW membaca ayat "Laa tufattahu lahum abwabus samaa’i, wala yad khuluunal jannata hatta yalijal jamalu fisamil khiyaath Tidak dibukakan bagi mereka itu pintu-pintu langit dan tidak dapat masuk surga sehingga unta dapat masuk dalam lubang jarum.Kemudian diperintahkan "Tulislah orang itu dalam Kitab Sijjin. "Kemudian dilemparkan rohnya itu begitu saja sebagaimana ayat "Wa man yusyrik billahi fakaan nama khorro minassama’i fatakh thofuhuth thairu au tahwi bihirrihu fimakaanin sahiiq dan siapa mempersekutukan Allah, maka bagaikan jatuh dari langit lalu disambar elang atau dilempar oleh angin ke dalam jurang yang curam."Kemudian dikembalikan roh itu ke dalam jasad di dalam kubur, lalu didatangi 2 Malaikat yang mendudukkannya lalu bertanya "Siapa Tuhanmu?" Maka dijawab "Saya tidak tahu". Lalu ditanya "Apakah agamamu?" Maka dijawab "Saya tidak tahu" Ditanya lagi "Bagaimana pendapatmu terhadap orang yang diutuskan di tengah-tengah kamu?" Dijawab "Saya tidak tahu". Lalu ditanya "Bagaimanakah kamu mengetahui itu?" Maka dijawab "Saya tidak tahu".Maka terdengar suara seruan dari langit "Dusta hambaku, hamparkan untuknya dari neraka dan bukakan baginya pintu neraka, maka terasa olehnya panas hawa neraka, dan disempitkan kuburnya sehingga terhimpit dan rusaklah tulang-tulang rusuknya. Kemudian datang kepadanya seorang yang buruk wajahnya dan busuk baunya sambil berkata "Sambutlah hari yang sangat jelek bagimu, inilah saat yang telah diperingatkan oleh Allah kepadamu." Lalu ia bertanya "Siapakah kau?" Jawabnya "Aku amalmu yang jelek." Lalu ia berkata "Ya Tuhan, jangan percepatkan kiamat, ya Tuhan jangan percepatkan kiamat."Abu Laits dengan sanadnya meriwayatkan dari Abu Hurairah RA berkata Nabi Muhammad bersabda "Seorang mukmin jika Sakaratulmaut didatangi oleh Malaikat dengan membawa sutera yang berisi masik kasturi dan tangkai-tangkai bunga, lalu dicabut rohnya bagaikan mengambil rambut di dalam adunan sambil dipanggil "Yaa Ayyatuhannafsul muth ma’innatur ji’i ila robbiki rodhiyatan mardhiyah wahai roh yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan perasaan rela dan diridhoi. Kembalilah dengan rahmat dan keridhoan Allah.Maka jika telah keluar rohnya langsung ditaruh di atas misik dan bunga-bunga itu lalu dilipat dengan sutera dan dibawa ke 'illiyyin. Adapun orang kafir jika sakaratulmaut didatangi oleh Malaikat yang membawa kain bulu yang di dalamnya ada api, maka dicabut rohnya dengan kekerasan sambil dikatakan kepadanya "Hai roh yang jahat keluarlah menuju murka Tuhammu ke tempat yang rendah hina dan siksaNya, maka bila telah keluar rohnya itu, diletakkan di atas api dan bersuara seperti sesuatu yang mendidih kemudian dilipat dan dibawa ke Sijjin."Al-Faqih Abu Ja'far meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah bin Umar RA berkata "Seorang mukmin jika diletakkan dikubur maka diperluaskan kuburnya itu hingga 70 hasta dan ditaburkan padanya bunga-bunga dan dihamparkan sutera. Dan bila ia hafal sedikit dari Alqur'an cukup untuk penerangannya, jika tidak maka Allah memberikan kepadanya nur cahaya penerangan yang menyerupai penerangan matahari. Di dalam kubur bagaikan pengantin baru, jika tidur maka tidak ada yang berani membangunkan kecuali kekasihnya sendiri, maka ia bangun dari tidur itu bagaikan masih kurang masa tidurnya dan belum puas. Adapun orang kafir maka akan dipersempit kuburnya sehingga menghancurkan tulang rusuknya dan masuk ke dalam perutnya lalu dikirimkan kepadanya ular segemuk leher unta. Ia makan dagingnya sehingga habis dan sisa tulang semata-mata, lalu dikirim kepadanya Malaikat yang akan menyiksa yaitu yang buta tuli dan bisu dengan membawa puntung dari besi yang langsung Malaikat itu tidak mendengar suara jeritannya dan tidak melihat keadaannya supaya tidak dikasihaninya. Selain itu dihidangkan siksa neraka itu tiap pagi dan Agar Terhindar dari Siksa KuburAbu-Laits berkata "Siapa yang ingin selamat dari siksaan kubur maka harus melaksankan empat dan meninggalkan empat perkara ini, yaitu1. Menjaga Salat Lima Waktu. 2. Banyak Banyak Membaca Alqur' Memperbanyak Dzikir membaca Subhanallah walhamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar, walahaula wala quwata illa billahSemua yang empat ini dapat menerangi kubur dan meluaskannya. Adapun 4 yang harus Ditinggalkan1. Adu Domba. 4. Menjaga kencing, sebab Nabi Muhammad pernah bersabda "Bersih-bersihlah kamu daripada kencing, sebab umumnya siksa kubur itu karena kencing. Yakni hendaklah dicuci kemaluan sebersih-bersihnyaRasulullah SAW juga bersabda Sesungguhnya Allah tidak suka padamu empat hal, main-main dalam salat dan lahgu tidak hirau, dalam bacaan Quran dan berkata keji waktu puasa dan tertawa di dalam ulasan keadaan manusia di alam kubur. Beruntunglah seseorang yang wafat dalam keadaan muslim dengan membawa amal saleh. Semoga Allah mewafatkan kita dalam keadaaan husnul khatimah dan melindungi kita dari azab kubur. Aamiin. rhs
Berikut10 hikmah yang terkandung dalam salat: 1. Dapat mencerahkan wajah. Sebelum menjalankan salat, kita diwajibkan untuk berwudhu. Secara lahir, wudu ini membersihkan wajah kita dari kotoran yang melekat. Orang yang menjalankan salat dengan catatan khusyuk dan bersungguh-sungguh wajahnya akan cerah. 2.
Siksa Kubur dan Kenikmatannya﴿ عذاب القبر ونعيمه﴾ ] Indonesia – Indonesian – [ إندونيسيKarya Dr. Amin bin Abdullah asy-SyaqawiTerjemah Muzaffar SahiduEditor Eko Haryanto Abu Ziyad2010 - 1431﴿ عذاب القبر ونعيمه﴾ باللغة الإندونيسية »تأليف بن عبد الله الشقاويترجمة مظفر شهيدمراجعة أبو زياد إيكو هاريانتو2010 - 1431Siksa Kubur dan KenikmatannyaSegala puji hanya bagi Allah SWT, shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda Rasulullah SAW, dan aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.. Amma Ba’duDari Ibnu Umar RA bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya jika salah seorang di antara kalian meninggal maka dia akan diperlihatkan baginya tempat yang baik pada waktu pagi dan pada waktu petang, jika dia termasuk penghuni surga maka dia menjadi penghuni surga dan jika ditentukan menjadi penghuni neraka maka dia akan menjadi penghuni neraka, dan dikatakan kepadanya Inilah tempatmu sehingga dirimu dibangkitkan pada hari kiamat”.[1]Maka hadits ini adalah salah satu nash berbagai nash yang menjelaskan tentang adanya siksa kubur dan kenikmatannya, dan kita wajib mengimaninya dan mempersiapkan diri untuknya. Allah SWT berfirmanفَأَمَّا إِن كَانَ مِنَ الْمُقَرَّبِين فَرَوْحٌ وَرَيْحَانٌ وَجَنَّةُ نَعِيمٍ َ وَأَمَّا إِن كَانَ مِنَ أَصْحَابِ الْيَمِينِ فَسَلَامٌ لَّكَ مِنْ أَصْحَابِ الْيَمِينِ وَأَمَّا إِن كَانَ مِنَ الْمُكَذِّبِينَ الضَّالِّينَ فَنُزُلٌ مِّنْ حَمِيمٍ وَتَصْلِيَةُ جَحِيمٍ إِنَّ هَذَا لَهُوَ حَقُّ الْيَقِينِAapun jika dia orang yang mati termasuk orang yang didekatkan kepada Allah, maka dia memperoleh ketentraman dan rezeki serta surga kenikmatan. Dan adapun jika dia termasuk golongan kanan, maka keselamatan bagimu karena kamu dari golongan kanan. Dan adapun jika dia termasuk golongan orang yang mendustakan lagi sesat, maka dia mendapat hidangan air yang mendidih, dan dibakar di dalam neraka. Sesungguhnya yang disebutkan ini adalah suatu keyakinan yang benar. QS. Al-Waqi’ah 88-95Ibnu Katsir berkata, “Tiga keadaan ini adalah keadaan manusia pada saat dia menghadapi sakratul maut. Seseorang bisa termasuk golongan orang yang didekatkan kepada Allah, atau orang yang lebih rendah darinya, yaitu golongan orang kanan, atau dia termasuk golongan orang-orang yang mendustakan lagi sesat dari petunjuk dan bodoh terhadap perintah Allah. Maka firman Allah SWT yang mengatakan فَرَوْحٌ وَرَيْحَانٌ وَجَنَّةُ نَعِيمٍ Maksudnya adalah mereka mendapat balasan berupa ketentraman dan rizki dan malaikat akan memberikannya kabar gembira dengan perkara tersebut pada saat kematiannya”.[2]Sebagian ulama menyimpulkan bahwa azab kubur benar dan wajib diimani berdasarkan firman Allah SWT tentang pengikut Fir’aunالنَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِKepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. Dikatakan kepada malaikat "Masukkanlah Firaun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras". QS. Gafir 46Ibnu Katsir berkata, “Maka ruh-ruh mereka diperlihatkan kepada neraka pada waktu pagi dan petang sampai terjadinya hari kiamat dan pada hari kiamat kelak maka ruh dan jasad mereka dicampakkan secara bersamaan ke dalam neraka.[3]Dari Asma’ binti Abi Bakr RA bahwa Nabi bersabda, “Sungguh telah diwahyukan kepadaku bahwa kalian akan menghadapi fitnah kubur sama atau seperti fitnah Dajjal, salah seorang di antara kalian didatangkan dan dikatakan kepadanya Apakah yang kamu ketahui tentang lelaki ini?. Adapun orang-orang yang beriman maka dia menjawab Muhamad Rasulullah SAW, dia telah datang kepada kami dengan berbagai penjelasan tentang kebenaran dan petunjuk, maka kamipun menerimanya, beriman kepadanya dan mengikutinya, maka dikatakan kepadanya Tidurlah dengan baik, dan sungguh kami telah mengetahui kamu bahwa dirimu meyakininya, adapun orang-orang munafiq atau ragu-ragu aku tidak mengetahui kata yang manakah yang diungkapan oleh Asma’ ra maka dia berkata Aku tidak mengetahuinya, aku telah mendengar manusia berkata tertentu maka akupun mengatakannya”.[4]Dari Aisyah RA bahwa seorang wanita Yahudi datang kepadanya dan mengingatkannya tentang azab kubur, maka Aisyah itu berkata Semoga Allah menghindarkan kita dari azab kubur. Lalu Aisyah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang azab kubur maka beliau bersabda “Benar. Siksa kubur itu benar adanya. Maka Aisyah berkata Setelah itu aku tidak melihat Rasulullah SAW melaksanakan shalat kecuali beliau berlindung dari siksa kubur”.[5]Dan Nabi telah menjelaskan kepada umatnya tentang bentuk ujian ini di dalam kubur. Dari Anas RA bahwa Nabi bersabda, “Seorang hamba bila diletakkan di dalam kuburnya sementara para shahabatnya telah berlalu meninggalkannya, dan dia mendengar gesekan sandal-sandal mereka, maka dia akan didatangi dua orang malaikat dan mendudukannya dan bertanya kepadanya Apakah pendapatmu tentang lelaki ini, Muhammad SAW Maka dia akan menjawab Aku bersaksi bahwa dia adalah hamba dan utusan Allah, lalu dikatakan kepadanya Lihatlah pada tempatnya di neraka dan Allah telah menggantinya dengan surga, maka Nabi Muhammad SAW bersabda, “Dia melihat kedua-duanya”. Adapun orang kafir atau munafiq maka dia menjawab Aku tidak mengetahui, aku berkata tentang dirinya seperti apa yang dikatakan oleh manusia, maka dikatakan kepadanya Kamu tidak akan mengetahui dan tidak akan membaca, kemudian dia dipukul dengan sebuah palu dari besi dengan satu pukulan diantara kedua telinganya, maka dia berteriak dengan teriakan yang didengar oleh seluruh makhluk kecuali jin dan manusia”.[6]Dari Barro’ bin Azib RA bahwa Nabi bersabdaيُثَبِّتُ اللّهُ الَّذِينَ آمَنُواْ بِالْقَوْلِ الثَّابِتِAllah meneguhkan iman orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh. Beliau bersabda Ayat ini turun dalam kaitan siksa kubur, maka dikatakan baginya Siapakah tuhanmu, maka dia menjawab Tuhanku adalah Allah dan Nabiku adalah Muhammad SAW dan itulah firman Allah SWT yang mengatakanيُثَبِّتُ اللّهُ الَّذِينَ آمَنُواْ بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ وَيُضِلُّ اللّهُ الظَّالِمِينَ وَيَفْعَلُ اللّهُ مَا يَشَاءAllah meneguhkan iman orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang lalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki. QS. Ibrahim 27Nabi mensyari’atkan untuk memintakan ampun bagi orang yang telah meninggal dunia dan berdo’a baginya agar diteguhkan, dari Utsman RA bahwa apabila Nabi telah selesai menguburkan orang yang meninggal maka beliau berdiri dan berkata, “Mintakanlah ampun bagi saudara kalian dan mohonkanlah agar dia diberikan keteguhan, sebab dia sekarang sedang ditanya”.[7]Dan Nabi Muhammad SAW memperbanyak isti’adzah terahadap azab kubur dan beliau memerintahkan para shahabat melakukan hal yang sama. Dari Abi Sa’id Al-Khudri RA bahwa Nabi bersabda, “Sesungguhnya umat ini akan diuji di dalam kuburnya, seandainya kalau bukan karena kalian saling menguburkan niscaya aku berdo’a kepada Allah agar Dia berkenan memperdengarkan kepada kalian siksa kubur seperti yang aku dengar, kemudian beliau berbalik menghadap kita dan bersabda, “Berlindunglah kepada Allah SWT dari siksa neraka, maka para shahabat berkata Kami berlindung kepada Allah dari siksa neraka, lalu beliau kembali berkata, “Berlindunglah kepada Allah dari siksa kubur, maka para shahabat berkata Kami berlindung kepada Allah SWT dari siksa kubur”.[8]Kubur adalah sebagai tempat permulaan alam akherat. Dari Utsman bin Affan RA bahwa pada saat dirinya berdiri di sisi kubur maka dia menangis sehingga jenggotnyapun menjadi basah, lalu dikatakan kepadanya, “Engkau mengingat surga dan neraka namun dirimu tidak menangis dan engkau menangis karena kubur ini?. Dia menjawab Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya kubur adalah permulan bagi alam akherat, jika dia selamat darinya maka apa-apa yang sesudahnya akan lebih mudah baginya dan apabila dia tidak selamat darinya maka apa yang sesudahnya akan lebih susah baginya. Dan aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Aku tidak pernah melihat suatu pemandangan kecuali alam kubur lebih mengerikan darinya”.[9] Dan seseorang akan terjepit di dalam kubur dan tidak ada seorangpun yang bisa selamat Aisyah RA bahwa Nabi bersabda, “Sesungguhnya di dalam kubur itu ada penekanan, seandainya ada yang selamat darinya niscaya Sa’d bin Mu’adzlah yang pantas selamat darinya”.[10]Hendaklah setiap orang di antara kita membayangkan bagiamana keadaan dirinya pada saat dia dipikul pada pundak-pundak orang-orang yang memikulnya, lalu diletakkan menyendiri pada lubang, gelap gulita tanpa teman, sahabat, harta dan anak-anak, kubur menjadi tempat tinggalnya, tanah menjadi ranjangnya, ulat-ulat menjadi teman yang menyertainya, pada saat itu harta tidak bermanfaat, jabatan tidak memberi arti apapun, begitu juga dengan penghargaan-penghargaan. Allah SWT berfirmanوَمَا أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُم بِالَّتِي تُقَرِّبُكُمْ عِندَنَا زُلْفَى إِلَّا مَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَأُوْلَئِكَ لَهُمْ جَزَاء الضِّعْفِ بِمَا عَمِلُوا وَهُمْ فِي الْغُرُفَاتِ آمِنُونَDan sekali-kali bukanlah harta dan bukan pula anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikit pun; tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda, disebabkan apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi dalam surga. QS. Saba’ 37Dari Anas RA bahwa Nabi bersabda, “Yang meingikuti orang yang telah meninggal itu tiga golongan, dua golongan akan kembali pulang dan akan tetap bersamanya satu golongan, dia akan diikuti oleh keluarga, harta dan amalnya, maka keluarga dan hartanya akan pulang sementara amalnya akan tinggal bersamanya”.[11]Maka hendaklah bagi seorang yang beriman untuk memperbaiki dirinya dan bersegera bertaubat dengan taubat nasuha, harus bagi dirinya untuk tetap dalam ketaatan dan ketaqwaan, dan mempersiapkan diri untuk bertemu dengan Tuhannya. Seorang penyair berkataWahai orang yang sibuk dengan dunianyaDan termangu dengan angan-angan panjangKematian datang menjemput secara tiba-tibaDan kubur adalah wadah bagi kumpulan amalSegala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, semoga shalawat dan salam tetap tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad SAW dan kepada keluarga, shahabat serta seluruh pengikut beliau.
Untukmendapatkan ajian langka ini, para murid paguron harus melaksanakan laku sebgai berikut: Puasa ngebleng 7 hari 7 malam, dimulai pada hari Selasa Kliwon. Mantra ajian ini sebagai berikut: “Sir ora katon, sirep berkat saking nabi Muhammad la illaha illallahu yahu anta anta hem, iyo iyo hum nasrum hu allah”.
Abu Laist As-Samarqandi mengatakan dalam Tanbihul Ghafilin, barang siapa yang ingin selamat dari azab kubur hendaknya ia melakukan empat hal ini, karena itulah yang kelak akan menjadi penerang dalam menjaga shalat lima waktu. Shalat merupakan amalan pertama yang akan diperhitungkan pada hari kiamat. Dalam sebuah hadis dikatakanعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ، قَالَ قاَلَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ ، فَإنْ صَلُحَتْ ، فَقَدْ أفْلَحَ وأَنْجَحَ ، وَإنْ فَسَدَتْ ، فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ ، فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ ، قَالَ الرَّبُ عَزَّ وَجَلَّ اُنْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ ، فَيُكَمَّلُ مِنْهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيضَةِ ؟ ثُمَّ تَكُونُ سَائِرُ أعْمَالِهِ عَلَى هَذَا. رَوَاهُ Hurairah ra. berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Maka, jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari shalat wajibnya, maka Allah Ta’ala berfirman, Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah.’ Maka disempurnakanlah apa yang kurang dari shalat wajibnya. Kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya.” HR. TirmidziKedua, sedekah. Setiap insan dianjurkan sedekah menurut kemampuan masing-masing. Sedekah Tidak harus selalu dengan materi. sedekah bisa menjelma dalam bentuk apapun, seperti menolong, mengajarkan ilmu agama, membuat duri di jalan, dan lain sebagainya. Selain itu sedekah yang manfaatnya masih mengalir bagi orang-orang yang hidup setelahnya akan menjadi amal jariyah tersendiri dan penerang dalam kubur bagi sang mayit. Dalam sebuah hadis Nabi Bersabdaإذا مات ابن آدم انقطع عمله إلا من ثلاث صدقة جارية، وعلم ينتفع به، وولد صالح يدعو له. رواه مسلمArtinya; jika anak cucu adam mati maka semua amal perbuatannya terputus kecuali tiga hal. Sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak saleh yang mendoakan orangtunya. HR. Muslim.ketiga, membaca al-Qur’an. Perbanyaklah membaca al-Qur’an sebab ia akan menjadi penolong di hari kiamat. Ia akan datang sebagai penerang di alam kubur sekaligus penghalang dari api neraka. Nabi bersabdaاقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِBacalah Alquran kerana sesungguhnya di hari kiamat nanti ia akan menjadi syafa’at kepada orang-orang yang mengikutinya HR. MuslimKeempat, banyak membaca tasbih. Dalam riwayat Imam Thabari, Nabi mengatakan bahwa tasbih dapat meringankan panasnya siksa kubur. Selain itu, memperbanyak tasbih sebab membaca tasbih sangat ringat diucapkan namun sangat berat dalam timbangan amal di hari kiamat. nabi bersabdaكَلِمَتَانِ حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ ، خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ، ثَقِيلَتَانِ فِى الْمِيزَانِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ“Dua kalimat yang dicintai oleh Ar Rahman, ringan diucapkan di lisan, namun berat dalam timbangan amalan yaitu subhanallahi wa bihamdih, subhanallahil azhim Maha Suci Allah, segala pujian untuk-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Mulia.” HR. Bukhari& MuslimSelengkapnya, klik di sini
Makapada hari itu turjadilah Hari Kiamat. (S. Al-Haqqah ayat 13-15 ) Di dalam surat Al qaari’ah ayat 1-5 disebutkan pula yang artinya sebagai berikut :Hari Kiamat, apakah Hari Kiamat itu? Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran, dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihamburkan-hamburkan.
Amalan Apakah Yang Dapat Memperoleh Kenikmatan Kubur – Amalan apakah yang dapat memperoleh kenikmatan kubur? Pertanyaan ini seringkali diajukan oleh para peziarah, terutama mereka yang ingin meningkatkan kualitas kehidupan akhirat mereka. Tidak dapat disangkal bahwa kenikmatan kubur adalah sesuatu yang sangat diinginkan oleh semua orang. Sebab, di kuburan, seseorang dapat menikmati kehidupan yang berbeda dari di dunia. Meskipun sulit untuk menentukan amalan yang pasti akan memperoleh kenikmatan kubur, ada beberapa yang dapat membantu seseorang dalam mencapai tujuannya. Pertama, ia harus menerapkan ketaatan kepada Allah. Ini berarti bahwa ia harus mengikuti segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Allah juga telah menyatakan bahwa orang-orang yang beramal dengan kebaikan akan mendapatkan pahala dan kenikmatan di akhirat. Kedua, seseorang juga harus menjalankan ibadah secara konsisten. Ibadah adalah salah satu cara untuk menghampiri Allah, memohon ampunan, dan membuka pintu kenikmatan akhirat. Dengan cara ini, seseorang dapat menikmati kehidupan yang lebih baik di akhirat. Oleh karena itu, sangat penting bagi seseorang untuk menjalankan ibadah secara konsisten dan rutin. Ketiga, seseorang juga harus menjaga hubungannya dengan sesama manusia. Orang yang bersifat baik dan berbuat kebaikan kepada orang lain akan mendapatkan pahala di akhirat. Oleh karena itu, seseorang harus berusaha untuk menjaga hubungannya dengan orang lain, serta berbuat baik kepada mereka. Keempat, ia juga harus menghormati para orang tua dan guru-gurunya. Ini penting karena para orang tua adalah sumber pengajaran dan guru-guru adalah sumber pengetahuan. Dengan menghormati mereka, seseorang dapat menikmati kenikmatan akhirat. Kelima, seseorang juga harus menjaga kesucian hati dan jiwa. Dengan menjaga kesucian hati dan jiwa, seseorang dapat mencapai kesucian akhirat. Ini penting karena kesucian dari hati dan jiwa adalah salah satu hal yang dapat meningkatkan kualitas kehidupan akhirat. Jadi, amalan apa yang dapat memperoleh kenikmatan kubur? Amalan-amalan yang disebutkan di atas adalah beberapa amalan yang dapat membantu seseorang dalam mencapai tujuannya. Dengan menerapkan amalan-amalan ini, seseorang dapat menikmati kehidupan yang lebih baik di akhirat. Dengan demikian, akan mudah untuk memperoleh kenikmatan kubur. Penjelasan Lengkap Amalan Apakah Yang Dapat Memperoleh Kenikmatan Kubur1. Melakukan ketaatan kepada Allah2. Menjalankan ibadah secara konsisten3. Menjaga hubungan dengan sesama manusia4. Menghormati para orang tua dan guru-gurunya5. Menjaga kesucian hati dan jiwa Penjelasan Lengkap Amalan Apakah Yang Dapat Memperoleh Kenikmatan Kubur 1. Melakukan ketaatan kepada Allah Amalan apa yang dapat memperoleh kenikmatan kubur adalah amalan yang didasarkan pada ketaatan kepada Allah dan aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam agama Islam. Ketaatan kepada Allah adalah inti dari amalan yang dapat memperoleh kenikmatan kubur. Oleh karena itu, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan ini. Pertama, orang harus menghormati dan menaati perintah Allah. Orang harus mematuhi segala perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Hal ini termasuk menjauhi segala bentuk kesyirikan dan kejahatan, serta memelihara ketaatan kepada Allah. Jika seseorang melakukan ketaatan kepada Allah, maka ia akan mendapatkan pahala dan kenikmatan dari-Nya. Kedua, orang harus mengamalkan akhlak yang sopan. Akhlak adalah aspek penting dalam Islam, dan orang harus berusaha untuk berakhlak baik. Ini termasuk tidak menyakiti orang lain, menghormati orang lain, dan menjaga ikatan silaturahim yang baik. Akhlak yang baik akan membawa manfaat yang luas di dunia dan di akhirat. Ketiga, orang harus melakukan amalan-amalan yang diperintahkan oleh Allah. Amalan-amalan ini termasuk shalat, puasa, membayar zakat, mengikuti haji, dan mengajarkan agama kepada anak-anak. Amalan ini akan memberikan pahala yang besar kepada orang yang melakukannya, dan akan memberikan kenikmatan di akhirat. Keempat, orang harus bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah. Orang harus menghargai dan bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah, termasuk kehidupan, rezeki, dan kesehatan. Orang yang bersyukur akan mendapatkan pahala dan kenikmatan di akhirat. Kelima, orang harus menjadi orang yang sabar. Orang harus bersabar dan tabah ketika menghadapi berbagai rintangan dan kesulitan yang dihadapi. Sabar akan memberikan pahala dan kenikmatan di akhirat. Ketika melakukan semua hal di atas, orang dapat yakin bahwa Allah akan memberikan kenikmatan di kubur. Dengan melakukan ketaatan kepada Allah, orang akan mendapatkan kenikmatan di kubur dan akan diselamatkan dari adzab yang pedih. Oleh karena itu, amalan yang dapat memperoleh kenikmatan kubur adalah amalan yang didasarkan pada ketaatan kepada Allah. 2. Menjalankan ibadah secara konsisten Amalan apakah yang dapat memperoleh kenikmatan kubur, kenikmatan yang menjadi tujuan pokok setiap orang Muslim dalam hidupnya? Salah satu cara untuk memperoleh kenikmatan ini adalah dengan menjalankan ibadah secara konsisten. Memiliki komitmen yang kuat untuk memenuhi ibadah-ibadah yang telah ditentukan oleh agama merupakan salah satu cara terbaik untuk mencapai kenikmatan kubur. Mulai dari melakukan shalat lima waktu, berpuasa pada bulan Ramadhan hingga berjihad dalam nama Allah, semua ibadah ini memberikan dampak yang sangat besar bagi kehidupan seseorang. Ini karena ketika kita menjalankan ibadah dengan konsisten, kita akan memiliki kebiasaan yang baik yang akan membantu kita meningkatkan kualitas hidup kita dan meningkatkan kemungkinan diterima oleh Allah. Shalat lima waktu juga merupakan salah satu ibadah yang dapat membantu kita memperoleh kenikmatan kubur. Ini karena shalat lima waktu merupakan salah satu ibadah yang paling dianjurkan di dalam Islam. Dengan melakukannya secara konsisten, kita akan memiliki kesempatan untuk berbicara dengan Allah dan menyampaikan doa-doa kita. Selain itu, berpuasa juga merupakan salah satu ibadah yang dapat membantu kita memperoleh kenikmatan kubur. Berpuasa merupakan salah satu cara untuk memenuhi syariat Islam dan juga merupakan bentuk pengorbanan yang luar biasa. Dengan melakukan puasa secara konsisten, kita akan memiliki kesempatan untuk berkomunikasi dengan Allah dan meningkatkan kemungkinan untuk diterima oleh-Nya. Berjihad juga merupakan salah satu ibadah yang dapat membantu kita memperoleh kenikmatan kubur. Berjihad berarti berjuang untuk meningkatkan Islam dan menghormati nilai-nilai kebenaran, keadilan, dan kebaikan. Dengan berjihad secara konsisten, kita dapat meningkatkan kemungkinan untuk diterima oleh Allah dan memperoleh kenikmatan kubur. Kesimpulannya, melakukan ibadah secara konsisten merupakan salah satu cara efektif untuk memperoleh kenikmatan kubur. Dengan melakukan shalat lima waktu, berpuasa pada bulan Ramadhan hingga berjihad dalam nama Allah, semua ibadah ini akan membantu kita untuk meningkatkan kualitas hidup kita dan memperoleh kenikmatan kubur. 3. Menjaga hubungan dengan sesama manusia Salah satu amalan yang dapat memperoleh kenikmatan kubur adalah menjaga hubungan dengan sesama manusia. Yang dimaksud dengan ini adalah menjaga hubungan dengan orang lain di dunia ini dengan cara yang baik dan bertanggung jawab. Hal ini penting untuk memperoleh kenikmatan kubur, karena saat kita meninggal, kita akan meninggalkan segala sesuatu yang berharga bagi kita di dunia ini. Termasuk hubungan dengan sesama manusia. Kita dapat memperoleh kenikmatan kubur dengan menjaga hubungan dengan sesama manusia melalui berbagai cara. Pertama, kita dapat menjaga hubungan dengan sesama manusia dengan menjadi orang yang bertanggung jawab. Kedua, kita harus menjaga integritas kita, yaitu menjaga kejujuran, kesetiaan, dan ketulusan dalam hubungan kita. Ketiga, kita harus menjaga hubungan kita dengan sesama manusia dengan saling menghormati dan menghargai. Keempat, kita harus menjaga hubungan kita dengan sesama manusia dengan berbagi dan menghargai pendapat yang berbeda. Dengan menjaga hubungan dengan sesama manusia, tidak hanya kita dapat memperoleh kenikmatan kubur di akhirat, tapi juga di dunia ini. Hal ini penting untuk menjaga hubungan dengan orang lain di dunia ini agar tidak terjadi perpecahan dan kerusakan. Dengan saling menghargai dan menghormati, kita dapat membangun hubungan yang erat dengan sesama manusia. Hal ini akan membantu kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan tumbuh bersama-sama. Ketika kita menjaga hubungan dengan sesama manusia dengan baik, kita dapat menghasilkan amalan yang baik. Amalan ini akan membantu kita untuk memperoleh kenikmatan kubur di akhirat. Amalan ini akan membantu kita untuk bertemu dengan Allah di akhirat dan menjadi orang yang bahagia di sana. Dengan menjaga hubungan dengan sesama manusia, kita dapat memastikan bahwa kita memiliki amalan yang baik untuk mencapai kenikmatan kubur. 4. Menghormati para orang tua dan guru-gurunya Amalan yang dapat memperoleh kenikmatan kubur adalah amalan yang berkaitan dengan sifat-sifat baik dan amalan-amalan yang bermanfaat bagi orang lain. Salah satu amalan yang dapat memperoleh kenikmatan kubur adalah menghormati para orang tua dan guru-gurunya. Menghormati orang tua dan guru-gurunya merupakan salah satu amalan yang dapat mengasihi orang lain, sehingga menghormati orang tua dan guru-gurunya adalah bagian dari amalan yang sangat penting untuk mencapai kenikmatan kubur. Hormat merupakan salah satu sifat yang sangat penting untuk mencapai kenikmatan kubur. Menghormati orang tua dan guru-gurunya dapat membantu kita untuk menjadi orang yang lebih baik, karena orang tua dan guru-gurunya merupakan contoh yang baik dan teladan yang dapat kita ikuti. Dengan menghormati orang tua dan guru-gurunya, kita dapat belajar banyak hal yang baik dan berharga dari mereka. Selain itu, dengan menghormati orang tua dan guru-gurunya, kita dapat menghargai usia tua mereka dan menghargai semua yang telah mereka lakukan untuk kita. Dengan cara ini, kita dapat menghargai semua yang telah mereka berikan kepada kita dan menghargai orang yang telah membantu kita untuk mencapai tujuan kita. Menghormati orang tua dan guru-gurunya juga dapat membantu kita untuk meningkatkan kemampuan kita, karena dengan menghormati mereka, kita dapat belajar banyak hal dan menjadi orang yang lebih baik. Oleh karena itu, menghormati orang tua dan guru-gurunya adalah amalan penting yang dapat membantu kita untuk mencapai kenikmatan kubur. Dengan menghormati orang tua dan guru-gurunya, kita dapat belajar banyak hal dan menjadi orang yang lebih baik. Dengan cara ini, kita dapat memperoleh kenikmatan kubur. 5. Menjaga kesucian hati dan jiwa Menjaga kesucian hati dan jiwa merupakan salah satu amalan yang dapat membantu seseorang memperoleh kenikmatan di akhirat. Ini adalah aspek yang sangat penting untuk diingat oleh setiap orang. Hal ini karena kesucian hati dan jiwa seseorang merupakan hal yang paling berharga dan penting bagi mereka. Kesucian hati dan jiwa diukur oleh kemurnian dari ucapan dan perbuatan. Jika seseorang menjaga kesucian hati dan jiwanya, mereka akan berusaha untuk menghindari segala bentuk pengaruh buruk dari luar, seperti kebiasaan buruk, prilaku jahat, dan lainnya. Dalam hal ini, seseorang harus memiliki kesadaran yang baik tentang apa yang baik dan buruk, serta menerapkannya dalam perilaku sehari-hari mereka. Selain itu, menjaga kesucian hati dan jiwa juga berarti memiliki kerendahan hati dan menghargai orang lain. Ini berarti seseorang harus selalu menghargai orang lain dan tidak menyakiti mereka. Jika seseorang menghargai orang lain, maka mereka akan mendapatkan kenikmatan di akhirat. Di sisi lain, jika seseorang memiliki sifat egois dan sombong, mereka akan dihukum di akhirat. Selain itu, menjaga kesucian hati dan jiwa juga berarti memiliki kesetiaan yang tinggi kepada Allah. Seseorang harus mematuhi semua perintah Allah, menjalankan ibadah dengan tulus, dan selalu berusaha untuk berbuat baik. Dengan demikian, kerendahan hati, menghargai orang lain, dan kesetiaan kepada Allah akan membantu seseorang dalam memperoleh kenikmatan di akhirat. Kesimpulannya, kesucian hati dan jiwa merupakan salah satu amalan yang dapat membantu seseorang memperoleh kenikmatan di akhirat. Seseorang harus selalu berusaha untuk menghindari segala bentuk pengaruh buruk dari luar, menghargai orang lain, dan memiliki kesetiaan yang tinggi kepada Allah. Dengan melakukan hal-hal tersebut, seseorang akan dapat memperoleh kenikmatan di akhirat.
Orangyang riya itu sangatlah merugi selain ia tidak memperoleh apa-apa dari Allah SWT karena sifat riya telah menghanguskan amalannya, diapun dianggap telah menyukutukan Allah karena apa yang dilakukannya bukan dilandasi ikhlas karma Allah melainkan karena mengharapkan pujian dari makhluk Allah. Sabda Rasulullah SAW yang artinya :
403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID 94Chh0OREHeVi7HFo53pipNpFfkWnFUJD7xDcEWqnxfyKK-4Zhqm_Q==
Dansalah satunya adalah laran selalu mempertahankan diri dalam keadaan suci. Subhanallah. Demikian kisah hikmah ulama Sulaiman bin Mihran Al-A’masy yang memperoleh kenikmatan dalam kubur berkat amalannya menjaga wudhu. Semoga kita termasuk orang-orang yang suka berwudhu dan menjaganya. Aaamiin. Wallahu A’lam
403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID kLfRkeFFbIxKCHKWSHMBHU8A6nyMg3zPZxKphOGoooiUAz5OfZUgJA==
Yusl. 93bs9fz0k7.pages.dev/49593bs9fz0k7.pages.dev/11893bs9fz0k7.pages.dev/20993bs9fz0k7.pages.dev/10693bs9fz0k7.pages.dev/47893bs9fz0k7.pages.dev/27793bs9fz0k7.pages.dev/11093bs9fz0k7.pages.dev/90
amalan apakah yang dapat memperoleh kenikmatan kubur